Bismillahirrahmaanirrahiim
Hudzaifah.org - Di antara sunnah Rasulullah saw yang selalu dilakukan pada paruh terakhir bulan Ramadhan adalah I’tikaf. Secara harfiyah, i’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah swt.
Penggunaan kata I’tikaf dalam Al Qur’an terdapat pada firman Allah SWT, “Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa.” (QS. 2: 187).
Hukum I’tikaf
Para ulama telah berijma’ bahwa i’tikaf khususnya 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan dan disunnahkan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Aisyah, Ibnu Umar dan Anas ra. Meriwayatkan, “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hal ini dilakukan oelh beliau hingga wafat. Bahkan pada tahun wafatnya beliau beri’tikaf selama 20 hari. Demikian pula halnya dengan para sahabat dan istri Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan ibadah yang amat agung ini. Imam Ahmad berkata : “Sepengetahuan saya tidak ada seorangpun dari ulama yang mengatakan bahwa i’tikaf itu bukan sunnah.”
Keutamaan dan dan Tujuan I’tikaf
Abu Daud pernah bertanya kepada Imam Ahmad, “Tahukah anda hadits yang menunjukkan keutamaan I’tikaf?” Ahmad menjawab, “Tidak, kecuali hadits yang lemah.”
Namun demikian tidaklah mengurngi nilai abadah i’tikaf itu sendiri sebagai taqorrub kepada Allah SWT. Dan cukuplah keutamaannya bahwa Rasulullah SAW, para sahabat dan istri Rasulullah SAW dan para ulama salafusholeh senantiasa melakukan ibadah ini.
I’tikaf disyariatkan dalam rangka mensucikan hati dengan berkonsentrasi semaksimal mungkin dalam beribadah dan bertaqorrub kepada Allah pada waktu yang terbatas tetapi termat tinggi nilainya. Auh dari rutinitas kehidupan dunia, dengan berserah diri sepenuhnya kepada Sang Kholiq (Pencipta).
Bermunajat sambil berdoa dan beristighfar kepada-Nya sehingga saat kembali lagi dalam aktivitas kesehrian dapat dijalani secara lebih berkualitas dan berarti.
Ibnu Qoyyim berkata : “I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah.
Macam-Macam I’tikaf
I’tikaf yang disyariatkan ada dua macam :
1. I’tikaf sunnah yaitu i’tikaf yang dilakukan secara sukarela. Semata-mata untuk bertaqorrub kepada Allah, seperti I’tikaf 10 hari terakhir pada Bulan Ramadhan.
2. I’tikaf wajib yaitu yang didahului dengan nadzar atau janji. Seperi ucapan seseorang, “Kalau Allah ta’ala menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan beri’tikaf di masjid selama tiga hari,”maka i’tikaf tiga hari itu menjadi waib hukumnya.
Waktu I’tikaf
Untuk i’tikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yan dinadzarkan, sedangkan i’tikaf sunnah tidak ada batasan waktu tertentu. Kapan saja, pada malam atau siang hari, waktunya bisa lama dan juga bisa singkat.
Minimal dalam madzhab Hanafi, “Sekejap tanpa batas waktu tertentu, sekedar berdiam diri dengan niat.” Atau dalam Madzhab Syafi’i, “Sesaat atau sejenak (yang penting bisa dikatakan berdiam diri),” dan dalam madzhab Hambali, “Satu jam saja”.
Terlepas dari perbedaan pendapat ualma tadi, waktu i’tikaf yang paling afdhal pada bulan Ramadhan ialah sebagaimana dipraktekkan langsung oleh Rasulullah SAW yaitu 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Tempat I’tikaf
Ahli fiqh berbeda pendapat tentang tempat yang boleh dijadikan untuk i’tikaf. Abu Hanifah dan Ahmad berpendapat bahwa I’tikaf harus dilakukan di masjid yang selalu dugunakan untuk shalat berjamaah sdangkan Malik dan Syafiii berpendapat bahwa I’tikaf boleh dilakukan di masjid manapun baik yang digunakan untuk shalat berjamaah ataupun tidak.
Pengikut syafi’iyah bependapat bahwa sebaiknya I’tikaf itu dilakukan di masjid jami’ yang biasa digunakan untuk shalat jum’at. Lebih afdhol lagi bila i’tikaf dilaksankan di salah satu dari tiga masjid; Masjid al haram, Masjid Nabawi atau Masjid Aqsha (lihat: Al Mughni 4/462, Fiqh Sunnah 1/402).
Syarat dan Rukun I’tikaf
Orang yang I’tikaf harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Muslim
2. Berakal
3. Suci dari janabah (junub), haidh dan nifas
Oleh karena itu I’tikaf tidak sah dilakukan oleh orang kafgir, anak yang mumaiyiz (mampu membedakan), orang junub, wanita haidh dan nifas.
Rukun I’tikaf
1. Niat yang ikhlas, hal ini karena semua amal sangat tergantung pada niatnya.
2. Berdiam di masjid (QS. 2 : 187).
Awal dan Akhir I’tikaf
Bagi yang mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan beri’tikaf selama 10 haru terakhir bulan Ramadhan, maka waktnya dimulai sebelum terbenam matahari malam ke-21. Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang ingin I’tikaf dengan aku, hendaklah I’tikaf pada 10 hari terakhir.”
Adapun waktu keluarnya atau berakhirnya, yaitu setelah terbenam matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan. Akan tetapi beberapa kalangan ulama mengatak yang lebih mustahab (disenangi) adalah menunggu sampai dilaksanakannya shalat Ied.
Hal-Hal Saat I’tikaf
Disunnahkan bagi orang yang beri’tikaf untuk memperbanyak ibadah dan taqorrub kepada Allah SWT. Seperti shalat sunnah, membaca AL Qur’an, tasbuh, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi SAW, doa dan sebagainya.
Namun demikian yang menjadi prioritas ulama adalah ibadah-ibadah mahdhah. Bahkan sebagian ulama seperti Imam Malik, meninggalkan segala aktivitas ilmiah lainnya dan berkonsentrasi penuh pada ibadah-ibadah mahdhah.
Dalam upaya memperkokoh keislaman dan ketaqwaan, diperlukan bimbingan dari orang-orang yang ahli, karenanya dalam memanfaatkan momentum i’tikaf bisa dibenarkan melakukan berbagai kajian keislaman yang mengarahkan peserta i’tikaf untuk membersihkan diri dari segala dosa dan sifat tercela serta menjalani kehidupan sesudah i’tikaf secara lebih baik sebagaimana yang ditentukan Allah SWT dan Rasul-Nya.
Orang yang beri’tikaf bukan berarti hanya berdiam diri di masjid untuk menjalankan peribadatan secara khusus. Ada beberapa hal yang diperbolehkan :
1. Keluar dari tempat i’tikaf untuk mengantar istri, sebgaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap istrinya Shofiyah r.a (HR. Bukhari-Muslim).
2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
3. Keluar ke tempat yang memang amat diperlukan seperti untuk buang air besar dan kecil, makan, minum (Jika tidak ada yang mengantarkan), dan sesagala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya.
4. Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.
Hal-Hal yang Membatalkan i’tikaf
1. Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan, meski sebentar. Karena meninggalkan masjid berarti mengabaikan salah satu rukun i’tikaf yaitu berdiam di masjid.
2. Murtad (keluar dari Islam).
3. Hilang akal karena gila atau mabuk.
4. Haidh
5. Nifas
6. Berjima’ (bersetubuh dengan istri), tetapi memegang tanpa nafsu (syahwat), tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan nabi dengan istri-istrinya.
7. Pergi shalat Jum’at (bagi mereka yang memperbolehkan i’tikaf di mushola yang tidak dipakai shalat Jum’at).
Demikian ketentuan tentang i’tikaf yang menjadi panduan praktis, semoga Ramadhan tahun ini, kita dapat menghidupkan kembali sunnah i’tikaf sebagai bekal kita meraih nilai taqwa yang maksimal. []
11 September 2008
Keutamaan Itikaf Di Bulan Ramadhan
Bismillahirrahmaanirrahiim
SAUDARAKU yang baik, i'tikaf pada intinya adalah berdiam diri di masjid, berkhalwat (mengasingkan diri), dengan niat dan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam pengertian yang lain i'tikaf ialah memutuskan hubungan dengan makhluk, untuk menghubungkan diri dengan Khalik-Nya, melalui jalan pengkhidmatan dan berdiam secara khusuk melaksanakan ibadah.
Alangkah baiknya pekerjaan sunah ini untuk melakukannya, karena sesuatu ibadah yang wajib apabila tidak didukung dengan ibadah yang sunah dianggap kurang sempurna. Kalau kita lihat akan i'tikaf adalah bagian dari pekerjaan yang disunnahkan, maka pahalanya bernilai tinggi. Apalagi Rasulullah SAW selalu beri'tikaf setiap bulan Ramadhan, selam 10 hari terakhir. Pada tahun Beliau wafat, bahkan beri'tikaf selama 20 hari. Selanjutnya jejak Rasulullah SAW beri'tikaf di bulan Ramadhan, diikuti oleh isteri dan para sahabatnya, baik ketika Nabi masih hidup, maupun setelah wafat.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menandaskan, "Bahwa Rasulullah beri'tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat". Kegiatan i'tikaf ini dihubungkan dengan kedatangan Lailatul Qadar yang sebagian besar pendapat menyatakan jatuh pada malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Siti Aisyah: "Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), Beliau mengikatkan kainnya dan menghidupkan malamnya, serta membangunkan keluarganya" . Aisyah juga berkata, "Rasulullah SAW beri'tikaf pada 10 hari terakhir dari Ramadhan hingga Beliau meninggal dunia. Kemudian isteri-isteri Beliau juga beri'tikaf setelah wafatnya" (HR Bukhari dan Muslim).
Begitu pentingnya ibadat i'tikaf dalam pandangan Rasulullah SAW sehingga tak pernah meninggalkannya. Akan tetapi sudah banyak orang yang melupakannya. Apalagi kesibukan urusan duniawi semakin hari semakin erat mengikat. Maka i'tikaf mungkin hanya tinggal kenangan. Sesuatu ibadah sunah yang sangat dianjurkan tapi justru semakin dilupakan.
I'tikaf merupakan sarana meningkatkan kualitas ketaqwaan yang sangat efektif bagi seorang muslim dalam memlihara keislamannya. Pengembangan rohaniyah akan lebih sempurna apabila telah kita lengkapi dengan beri'tikaf di masjid. Dengan i'tikaf sejenak kita tinggalkan urusan dunia dan mengisi rohani dengan berbagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang beri'tikaf memperbanyak membaca Al-Qur'an, ibadat-ibadat sunat, tasbih, takbir, tahmid, istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan amalan-amalan lain yang dibolehkan oleh syara.
Walaupun i'tikaf berarti mengasingkan diri, namun orang yang beri'tikaf dimakruhkan menahan diri berbicara kepada orang lain yang ditemui di dalam masjid selama beri'tikaf. Diam di dalam masjid, bukan berarti orang yang beri'tikaf tidak boleh ke luar masjid. Untuk buang air, mengantar keluarga, mandi, diperbolehkan, karena tidak membatalkan i'tikaf. Yang dilarang adalah melakukan kewajiban suami isteri. Larangan ini langsung dari Allah SWT, S. Al-Baqarah 187, "Dan janganlah kamu menyetubuhi isterimu, selagi kamu sedang beri'tikaf di dalam masjid".
Saudaraku, memang i'tikaf terasa berat untuk kita lakukan. Harus diam di mesjid, bershalawat, menjaga larangan-larangan yang dapat membatalkan i'tikaf. Di bulan Ramadhan sekarang ini mari kita coba memulai i'tikaf meski memiliki waktu sempit akibat himpitan dan tuntutan pekerjaan. Kalau tidak sekarang lantas kapan lagi? Wallahu a'lam
SAUDARAKU yang baik, i'tikaf pada intinya adalah berdiam diri di masjid, berkhalwat (mengasingkan diri), dengan niat dan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam pengertian yang lain i'tikaf ialah memutuskan hubungan dengan makhluk, untuk menghubungkan diri dengan Khalik-Nya, melalui jalan pengkhidmatan dan berdiam secara khusuk melaksanakan ibadah.
Alangkah baiknya pekerjaan sunah ini untuk melakukannya, karena sesuatu ibadah yang wajib apabila tidak didukung dengan ibadah yang sunah dianggap kurang sempurna. Kalau kita lihat akan i'tikaf adalah bagian dari pekerjaan yang disunnahkan, maka pahalanya bernilai tinggi. Apalagi Rasulullah SAW selalu beri'tikaf setiap bulan Ramadhan, selam 10 hari terakhir. Pada tahun Beliau wafat, bahkan beri'tikaf selama 20 hari. Selanjutnya jejak Rasulullah SAW beri'tikaf di bulan Ramadhan, diikuti oleh isteri dan para sahabatnya, baik ketika Nabi masih hidup, maupun setelah wafat.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menandaskan, "Bahwa Rasulullah beri'tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat". Kegiatan i'tikaf ini dihubungkan dengan kedatangan Lailatul Qadar yang sebagian besar pendapat menyatakan jatuh pada malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Siti Aisyah: "Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), Beliau mengikatkan kainnya dan menghidupkan malamnya, serta membangunkan keluarganya" . Aisyah juga berkata, "Rasulullah SAW beri'tikaf pada 10 hari terakhir dari Ramadhan hingga Beliau meninggal dunia. Kemudian isteri-isteri Beliau juga beri'tikaf setelah wafatnya" (HR Bukhari dan Muslim).
Begitu pentingnya ibadat i'tikaf dalam pandangan Rasulullah SAW sehingga tak pernah meninggalkannya. Akan tetapi sudah banyak orang yang melupakannya. Apalagi kesibukan urusan duniawi semakin hari semakin erat mengikat. Maka i'tikaf mungkin hanya tinggal kenangan. Sesuatu ibadah sunah yang sangat dianjurkan tapi justru semakin dilupakan.
I'tikaf merupakan sarana meningkatkan kualitas ketaqwaan yang sangat efektif bagi seorang muslim dalam memlihara keislamannya. Pengembangan rohaniyah akan lebih sempurna apabila telah kita lengkapi dengan beri'tikaf di masjid. Dengan i'tikaf sejenak kita tinggalkan urusan dunia dan mengisi rohani dengan berbagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang beri'tikaf memperbanyak membaca Al-Qur'an, ibadat-ibadat sunat, tasbih, takbir, tahmid, istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan amalan-amalan lain yang dibolehkan oleh syara.
Walaupun i'tikaf berarti mengasingkan diri, namun orang yang beri'tikaf dimakruhkan menahan diri berbicara kepada orang lain yang ditemui di dalam masjid selama beri'tikaf. Diam di dalam masjid, bukan berarti orang yang beri'tikaf tidak boleh ke luar masjid. Untuk buang air, mengantar keluarga, mandi, diperbolehkan, karena tidak membatalkan i'tikaf. Yang dilarang adalah melakukan kewajiban suami isteri. Larangan ini langsung dari Allah SWT, S. Al-Baqarah 187, "Dan janganlah kamu menyetubuhi isterimu, selagi kamu sedang beri'tikaf di dalam masjid".
Saudaraku, memang i'tikaf terasa berat untuk kita lakukan. Harus diam di mesjid, bershalawat, menjaga larangan-larangan yang dapat membatalkan i'tikaf. Di bulan Ramadhan sekarang ini mari kita coba memulai i'tikaf meski memiliki waktu sempit akibat himpitan dan tuntutan pekerjaan. Kalau tidak sekarang lantas kapan lagi? Wallahu a'lam
10 September 2008
Bangkrut versi Islam
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?" Para sahabat menjawab, "Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah seorang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak mermliki harta benda". Kemudlan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa dan zakatnya, (tapi ketika hidup di dunia) dia mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpahkan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain, lalu dia diadili dengan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang ini dan kepada orang itu (yang pernah dia zhalimi). Sehingga apabila seluruh pahala amal kebaikannya telah habis, tapi masih ada orang yang menuntut kepadanya, maka dosa-dosa mereka (yang pernah dia zhalimi) ditimpakan kepadanya dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka." (Riwayat Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan lainnya)
PELAJARAN BERHARGA
Hadits ini memberikan banyak sekali pelajaran berharga bagi kita, di antaranya:
1. Bertanya jawab merupakan cara efektif dalam memperoleh ilmu, karena ilmu yang dijelaskan oleh seorang guru/pengajar dengan cara ini akan mudah diingat dan diserap oleh murid.
2. Hendaklah kita berhati-hati terhadap peringatan dan larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena setiap larangan dan peringatannya berdampak sangat berat, Allah berfirman, "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih," (An-Nur:63).
Maka bersegeralah memenuhl panggilan dan seruan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena umat yang tanggap terhadap perintah dan seruannya dijamin masuk surga. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Setiap ummatku dijamin masuk surga kecuali orang yang enggan". Para shahabat bertanya, "Siapa yang enggan masuk surga ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Siapa yang mena'atiku pasti masuk surga dan siapa yang durhaka kepadaku itulah orang yang enggan masuk surga." (Riwayat Al-Bukhari dan lainnya).
3. Seorang hamba yang membawa pahala shalat, zakat, puasa dan ibadah lainnya belum tentu bisa menikmati pahala-pahalanya tersebut di akhirat kelak kalau dia suka menzhalimi orang lain ketika hidup di dunia. Sebab orang-orang yang terzhalimi akan datang ke hadapan Allah untuk menuntut orang yang menzaliminya, lalu pahala-pahala orang yang berbuat zhalim itu dilimpahkan kepada orang-orang yang pernah dia zalimi, sehingga seluruh pahalanya habis dan tiada satu pun yang tersisa untuknya. Namun masih ada orang yang datang kepadanya untuk menuntut, sehingga Allah pun melimpahkan dosa-dosa orang tersebut untuk dipikulnya. Maka akhirnya dia memikul dosa-dosa orang lain lalu dia dilemparkan ke dalam neraka.
4. Orang bangkrut yang sebenar nya bukanlah orang yang bangkrut ketika hidup di dunia ini, tapi bangkrut pada hari Kiamat kelak, sebab kebangkrutan di dunia ini masih bisa diatasi dan pasti ada jalan keluarnya kalau dia menghadapinya dengan ketaqwaan.
Allah berfirman, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke lua." (Ath Thalaq:2). Kemudian Allah melanjutkan dalam ayat, "Dan barangslapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (Ath Thalaq: 4).
Adapun kebangkrutan pada hari Kiamat kelak tiada solusi yang bisa dijalani selain dilempar dan dibenamkan ke dalam neraka.
5. Jangan menyia-nyiakan pahala amal ibadah dengan melakukan tindakan zhalim pada orang lain yang akan menyebabkan kebangkrutan di hari Kiamat kelak. Karena pada intinya tidak ada hutang yang gratis, orang yang berhutang pasti membayar hutangnya, baik secara tunai di dunia atau dibayar nanti di akhirat kelak dengan pahala.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa melakukan kezhaliman pada saudaranya atas kehormatannya atau apa pun bentuknya, maka hendaklah dia minta kehalalan atas tindakan zhalimnya itu selagi hidup pada hari ini (di dunia ini) sebelum dinar dan dirham (harta kekayaan) tidak bermanfaat lagi, (jika tidak) maka (di akhirat kelak) amal shalihnya diambil sesuai kadar kezhaliman (untuk tebusannya), dan jika dia tidak memiliki amal shalih, maka diambil sebagian dosa-dosa saudaranya lain dibebankan padanya" (Riwayat Al-Bukhari)
RUPA-RUPA KEDZALIMAN
Bentuk tindakan zhalim yang mejadi sebab kebangkrutan pada hari Kiamat banyak sekali, di antaranya;
• Tidak menjaga lisannya dan mencela, menghina, mencerca, mencaci maki, menggunjing, mengadu domba, memfitnah, menuduh, mencari-cari kesalahan orang lain dan lain-lainnya.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Bukanlah akhlaq seorang mukmin melakukan tha'an, melaknat, dan mengucapkan perkataan yang keji lagi kotor." (Riwayat Al-Bukhari).
Tha'an adalah tindakan zalim dari seorang yang suka merendahkan kehormatan orang lain, suka mencela, mencaci, menghina, menggunjing, mengadu domba, memfitnah dan lain sebagainya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Mencaci maki seorang muslim adalah tindakan fasik dan memeranginya adalah kekufuran." (Riwayat Muslim)
Dosa menggunjing (menyebut kejelekan orang lain) digambarkan oleh Al-Qur' an seperti seorang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Mestinya kita berlindung dari menciderai kehormatan saudara kita?!
• Mengambil hak saudaranya dengan cara yang batil dan sewenang-wenang; seperti memakan harta saudaranya, tidak membayar hutang kepada saudaranya, menyerobot tanah saudaranya, menipu dalam jual beli, tidak amanah dalam tugas dan pekerjaan, menipu dan bersumpah palsu untuk mendapatkan sesuatu dan sebagainya.
• Menumpahkan darah saudara nya tanpa alasan yang haq, karena kehancuran dunia dan seisinya jauh lebih ringan daripada tertumpahnya darah seorang muslim (dengan cara yang bathil).
• Menyakiti orang lain baik dengan cara memukul, melukai fisik, perasaan dan hatinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Seorang muslim yang baik adalah yang menjaga tangan dan lisannya sehingga tidak menyakiti saudara muslimnya yang lain" (Riwayat Al-Bukhari, Muslim dan lainnya)
• Dan masih banyak lagi bentuk kezhaliman yang bisa menyebabkan seseorang bangkrut di hari Kiamat kelak.
Selagi nyawa masih di kandung badan, selama nafas terhirup segar, dan selagi matahari masih terbit di ufuk timur, mari kita berenung akan segala kedzaliman yang pernah kita kerjakan! Alangkah bijaknya apabila kita sesegera mungkin menyelesaikannya sebelum peradilan akherat benar-benar ditegakkan! Allahul Musta'an
PELAJARAN BERHARGA
Hadits ini memberikan banyak sekali pelajaran berharga bagi kita, di antaranya:
1. Bertanya jawab merupakan cara efektif dalam memperoleh ilmu, karena ilmu yang dijelaskan oleh seorang guru/pengajar dengan cara ini akan mudah diingat dan diserap oleh murid.
2. Hendaklah kita berhati-hati terhadap peringatan dan larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena setiap larangan dan peringatannya berdampak sangat berat, Allah berfirman, "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih," (An-Nur:63).
Maka bersegeralah memenuhl panggilan dan seruan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena umat yang tanggap terhadap perintah dan seruannya dijamin masuk surga. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Setiap ummatku dijamin masuk surga kecuali orang yang enggan". Para shahabat bertanya, "Siapa yang enggan masuk surga ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Siapa yang mena'atiku pasti masuk surga dan siapa yang durhaka kepadaku itulah orang yang enggan masuk surga." (Riwayat Al-Bukhari dan lainnya).
3. Seorang hamba yang membawa pahala shalat, zakat, puasa dan ibadah lainnya belum tentu bisa menikmati pahala-pahalanya tersebut di akhirat kelak kalau dia suka menzhalimi orang lain ketika hidup di dunia. Sebab orang-orang yang terzhalimi akan datang ke hadapan Allah untuk menuntut orang yang menzaliminya, lalu pahala-pahala orang yang berbuat zhalim itu dilimpahkan kepada orang-orang yang pernah dia zalimi, sehingga seluruh pahalanya habis dan tiada satu pun yang tersisa untuknya. Namun masih ada orang yang datang kepadanya untuk menuntut, sehingga Allah pun melimpahkan dosa-dosa orang tersebut untuk dipikulnya. Maka akhirnya dia memikul dosa-dosa orang lain lalu dia dilemparkan ke dalam neraka.
4. Orang bangkrut yang sebenar nya bukanlah orang yang bangkrut ketika hidup di dunia ini, tapi bangkrut pada hari Kiamat kelak, sebab kebangkrutan di dunia ini masih bisa diatasi dan pasti ada jalan keluarnya kalau dia menghadapinya dengan ketaqwaan.
Allah berfirman, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke lua." (Ath Thalaq:2). Kemudian Allah melanjutkan dalam ayat, "Dan barangslapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (Ath Thalaq: 4).
Adapun kebangkrutan pada hari Kiamat kelak tiada solusi yang bisa dijalani selain dilempar dan dibenamkan ke dalam neraka.
5. Jangan menyia-nyiakan pahala amal ibadah dengan melakukan tindakan zhalim pada orang lain yang akan menyebabkan kebangkrutan di hari Kiamat kelak. Karena pada intinya tidak ada hutang yang gratis, orang yang berhutang pasti membayar hutangnya, baik secara tunai di dunia atau dibayar nanti di akhirat kelak dengan pahala.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa melakukan kezhaliman pada saudaranya atas kehormatannya atau apa pun bentuknya, maka hendaklah dia minta kehalalan atas tindakan zhalimnya itu selagi hidup pada hari ini (di dunia ini) sebelum dinar dan dirham (harta kekayaan) tidak bermanfaat lagi, (jika tidak) maka (di akhirat kelak) amal shalihnya diambil sesuai kadar kezhaliman (untuk tebusannya), dan jika dia tidak memiliki amal shalih, maka diambil sebagian dosa-dosa saudaranya lain dibebankan padanya" (Riwayat Al-Bukhari)
RUPA-RUPA KEDZALIMAN
Bentuk tindakan zhalim yang mejadi sebab kebangkrutan pada hari Kiamat banyak sekali, di antaranya;
• Tidak menjaga lisannya dan mencela, menghina, mencerca, mencaci maki, menggunjing, mengadu domba, memfitnah, menuduh, mencari-cari kesalahan orang lain dan lain-lainnya.
Dalam sebuah riwayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Bukanlah akhlaq seorang mukmin melakukan tha'an, melaknat, dan mengucapkan perkataan yang keji lagi kotor." (Riwayat Al-Bukhari).
Tha'an adalah tindakan zalim dari seorang yang suka merendahkan kehormatan orang lain, suka mencela, mencaci, menghina, menggunjing, mengadu domba, memfitnah dan lain sebagainya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Mencaci maki seorang muslim adalah tindakan fasik dan memeranginya adalah kekufuran." (Riwayat Muslim)
Dosa menggunjing (menyebut kejelekan orang lain) digambarkan oleh Al-Qur' an seperti seorang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Mestinya kita berlindung dari menciderai kehormatan saudara kita?!
• Mengambil hak saudaranya dengan cara yang batil dan sewenang-wenang; seperti memakan harta saudaranya, tidak membayar hutang kepada saudaranya, menyerobot tanah saudaranya, menipu dalam jual beli, tidak amanah dalam tugas dan pekerjaan, menipu dan bersumpah palsu untuk mendapatkan sesuatu dan sebagainya.
• Menumpahkan darah saudara nya tanpa alasan yang haq, karena kehancuran dunia dan seisinya jauh lebih ringan daripada tertumpahnya darah seorang muslim (dengan cara yang bathil).
• Menyakiti orang lain baik dengan cara memukul, melukai fisik, perasaan dan hatinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Seorang muslim yang baik adalah yang menjaga tangan dan lisannya sehingga tidak menyakiti saudara muslimnya yang lain" (Riwayat Al-Bukhari, Muslim dan lainnya)
• Dan masih banyak lagi bentuk kezhaliman yang bisa menyebabkan seseorang bangkrut di hari Kiamat kelak.
Selagi nyawa masih di kandung badan, selama nafas terhirup segar, dan selagi matahari masih terbit di ufuk timur, mari kita berenung akan segala kedzaliman yang pernah kita kerjakan! Alangkah bijaknya apabila kita sesegera mungkin menyelesaikannya sebelum peradilan akherat benar-benar ditegakkan! Allahul Musta'an
Pete
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Barangkali ada yg mo bikin kripik, manisan, asinan
pete mumpung blum ada saingan.... Ayo sebelum diklaim
(lg) oleh Amerika
Riset: Makan Petai Kurangi Resiko Stroke Sampai 40 %
Hasil riset yang ditulis di “The New England Journal
of Medicine,” makan petai akan menurunkan resiko
kematian karena stroke sampai 40%. Padahal, ia sering
diejek karena bau nya
Hidayatullah. com--Menyebut namanya saja bagi
kebanyakan orang pasti akan bilang gengsi atau tidak
suka dengan buah yang satu ini karena aroma dan efek
setelah mengkonsumsinya saat ke kamar kecil.
Pete atau Petai di masyarakat kita sudah sangat
terkenal, khususnya masyrakat kalangan menengah ke
bawah, buah petai memang seringkali menjadi menu
makanan sehari-hari.
Banyak diantara kita pastinya belum mengetahui
kandungan yang terdapat pada petai. Di dalam petai
ternyata memiliki kandungan gula alami yaitu Sukrosa,
Glukosa dan Fruktosa dengan kombinasi serat. Kombinasi
dari zat tersebut ternyata dapat menghasilkan stamina
tenaga yang cepat. Menurut penelitian para ahli,
mengkonsumsi dua porsi petai dapat menghasilkan tenaga
yang cukup besar selama 90 menit, maka tidak heran
apabila banyak atlet olahraga dan pekerja keras
menjadikan petai menu favorit mereka.
Ternyata buah petai yang selama ini kerap kali dihina
karena aromanya memiliki khasiat penting dalam
membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti
menghilangkan depresi, PMS (premenstrual syndrome),
menyembuhkan anemia, tekanan darah tinggi, luka
lambung, kegemukan, sembelit, stroke dan lainnya.
Begitu tingginya zat yang terdapat di dalam petai,
sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan petai
untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah
ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.
Kegemukan
Berdasarkan penelitian dari Institute of Psychology
Austria yang menyatakan bahwa tekanan pada saat kerja
menyebabkan orang sering meraih makanan yang
menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat
kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan
bahwa kebanyakan orang menjadi gemuk karena tekanan
kerja yang tinggi.
Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu
memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan
kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi
karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan
kadarnya tetap. Maka mengkonsumsi petai adalah solusi
yang terbaik.
Selain itu, kalium dalam petai adalah mineral penting
yang membantu untuk menormalkan detak jantung,
mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan
cairan tubuh. Jadi pada saat seseorang mengalami
stress kecepatan metabolisme kita akan meningkat,
sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh.
Hal ini bisa diatasi dengan cara makan petai yang
tinggi kalium.
Berdasarkan hasil riset yang ditulis di “The New
England Journal of Medicine,” makan Petai sebagai
bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko
kematian karena stroke sampai 40%.
Nah buah yang sering diejek itu, sekarang diketahui
bagaimana bermanfaatnya. [kbn/www.hidayatull ah.com]
Barangkali ada yg mo bikin kripik, manisan, asinan
pete mumpung blum ada saingan.... Ayo sebelum diklaim
(lg) oleh Amerika
Riset: Makan Petai Kurangi Resiko Stroke Sampai 40 %
Hasil riset yang ditulis di “The New England Journal
of Medicine,” makan petai akan menurunkan resiko
kematian karena stroke sampai 40%. Padahal, ia sering
diejek karena bau nya
Hidayatullah. com--Menyebut namanya saja bagi
kebanyakan orang pasti akan bilang gengsi atau tidak
suka dengan buah yang satu ini karena aroma dan efek
setelah mengkonsumsinya saat ke kamar kecil.
Pete atau Petai di masyarakat kita sudah sangat
terkenal, khususnya masyrakat kalangan menengah ke
bawah, buah petai memang seringkali menjadi menu
makanan sehari-hari.
Banyak diantara kita pastinya belum mengetahui
kandungan yang terdapat pada petai. Di dalam petai
ternyata memiliki kandungan gula alami yaitu Sukrosa,
Glukosa dan Fruktosa dengan kombinasi serat. Kombinasi
dari zat tersebut ternyata dapat menghasilkan stamina
tenaga yang cepat. Menurut penelitian para ahli,
mengkonsumsi dua porsi petai dapat menghasilkan tenaga
yang cukup besar selama 90 menit, maka tidak heran
apabila banyak atlet olahraga dan pekerja keras
menjadikan petai menu favorit mereka.
Ternyata buah petai yang selama ini kerap kali dihina
karena aromanya memiliki khasiat penting dalam
membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti
menghilangkan depresi, PMS (premenstrual syndrome),
menyembuhkan anemia, tekanan darah tinggi, luka
lambung, kegemukan, sembelit, stroke dan lainnya.
Begitu tingginya zat yang terdapat di dalam petai,
sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan petai
untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah
ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.
Kegemukan
Berdasarkan penelitian dari Institute of Psychology
Austria yang menyatakan bahwa tekanan pada saat kerja
menyebabkan orang sering meraih makanan yang
menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat
kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan
bahwa kebanyakan orang menjadi gemuk karena tekanan
kerja yang tinggi.
Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu
memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan
kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi
karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan
kadarnya tetap. Maka mengkonsumsi petai adalah solusi
yang terbaik.
Selain itu, kalium dalam petai adalah mineral penting
yang membantu untuk menormalkan detak jantung,
mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan
cairan tubuh. Jadi pada saat seseorang mengalami
stress kecepatan metabolisme kita akan meningkat,
sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh.
Hal ini bisa diatasi dengan cara makan petai yang
tinggi kalium.
Berdasarkan hasil riset yang ditulis di “The New
England Journal of Medicine,” makan Petai sebagai
bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko
kematian karena stroke sampai 40%.
Nah buah yang sering diejek itu, sekarang diketahui
bagaimana bermanfaatnya. [kbn/www.hidayatull ah.com]
"Tips Cara Mengisi Bensin/Bahan Bakar Kendaraan Anda"
Dari milis
Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin………
tetapi di sini, di Durban, harga bahan bakar juga mahal.
Saya telah bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga
saya bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebih berharga
untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.
Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerja di Durban, dalam waktu 24 jam
kami memompakan/menyalur kan kurang lebih 4 juta liter. Satu hari solar,
hari berikutnya bahan bakar pesawat jet dan bensin, LRP dan Unleaded. Kami
di sini mempunyai tanki penyimpanan sebanyak 34 dengan kapasitas
seluruhnya 16.800.000 liter.
Belilah Bahan Bakar Atau Isilah Mobil Atau Motor Anda Dengan Bahan Bakar
Pada Waktu Hari Masih Pagi Ketika Temperatur Tanah Masih Dingin.
Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah.
Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya.
Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang.
Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang
hari……..sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda
jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli.
Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin,
diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya
peranan penting. Kenaikan 1 derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh
dalam business ini. Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi
karena temperatur.
Salah Satu Yang Paling Penting Adalah Isi Bahan Bakar Saat Tangki Kendaraan
Anda Masih Setengah Penuh.
Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan,
maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang
kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki
penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung
yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga
penguapannya bisa dikurangi..
Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck yang kami muati
ada ganti rugi / kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter
yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.
Yang Perlu Diingat Lagi, Jangan Isi Bensin Jika Ada Truk Bahan Bakar Sedang
Mengisi Tangki Penyimpanan.
Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari
truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar
tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan
anda.
Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang
maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.
Bagikan Tips Ini Kepada Yang Lain!
Mari Kita Saling Berbagi Informasi Untuk Kepentingan Bersama, Untuk Kebaikan
Manusia.
Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin………
tetapi di sini, di Durban, harga bahan bakar juga mahal.
Saya telah bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga
saya bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebih berharga
untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.
Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerja di Durban, dalam waktu 24 jam
kami memompakan/menyalur kan kurang lebih 4 juta liter. Satu hari solar,
hari berikutnya bahan bakar pesawat jet dan bensin, LRP dan Unleaded. Kami
di sini mempunyai tanki penyimpanan sebanyak 34 dengan kapasitas
seluruhnya 16.800.000 liter.
Belilah Bahan Bakar Atau Isilah Mobil Atau Motor Anda Dengan Bahan Bakar
Pada Waktu Hari Masih Pagi Ketika Temperatur Tanah Masih Dingin.
Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah.
Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya.
Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang.
Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang
hari……..sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda
jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli.
Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin,
diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya
peranan penting. Kenaikan 1 derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh
dalam business ini. Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi
karena temperatur.
Salah Satu Yang Paling Penting Adalah Isi Bahan Bakar Saat Tangki Kendaraan
Anda Masih Setengah Penuh.
Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan,
maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang
kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki
penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung
yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga
penguapannya bisa dikurangi..
Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck yang kami muati
ada ganti rugi / kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter
yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.
Yang Perlu Diingat Lagi, Jangan Isi Bensin Jika Ada Truk Bahan Bakar Sedang
Mengisi Tangki Penyimpanan.
Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari
truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar
tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan
anda.
Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang
maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.
Bagikan Tips Ini Kepada Yang Lain!
Mari Kita Saling Berbagi Informasi Untuk Kepentingan Bersama, Untuk Kebaikan
Manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)