29 September 2008

Memaknai Idul Fithri

Bismillahirrahmaanirrahiim

Lepas dari kemungkinan adanya perbedaan dalam menentukan Hari Raya Idul Fitri, yang jelas, seluruh umat Islam di dunia ini akan segera merayakan hari yang biasa dianggap ‘kemenangan’ tersebut. Perayaan rutin setiap tahun ini menjadi momen sangat penting setelah berpuasa selama sebulan pada bulan Ramadhan. Seluruh umat Islam merayakannya dengan suka dan cita, baik yang rajin puasa maupun yang hanya alakadarnya.

Sebagaimana sudah maklum, selain Hari Raya Idul Fitri, umat Islam juga punya Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah. Dalam literatur-literatur Islam klasik, hari raya ini disebut Idul Akbar (hari raya besar), sementara Idul Fitri hanya disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya kecil).. Sebagaimana hari-hari besar lain, Idul Fitri tentu memiliki makna umum sebagai hari libur nasional sekaligus makna khusus yang dirasakan umat Islam. Paling tidak, Idul Fitri dianggap sebagai hari kemenangan mengalahkan hawa nafsu dengan berpuasa sebulan penuh.

Erat kaitannya dengan Hari Raya Idul Fitri adalah zakat fitrah yang wajib dikeluarkan setiap individu Muslim. Kalimat kedua dari dua terma ini (Idul Fitri dan zakat fitrah) adalah kalimat yang berasal dari bahasa Arab fithrah yang berarti natural atau dalam bahasa Indonesianya biasa diterjemahkan sebagai segala sesuatu yang suci, bersifat asal, atau pembawaan (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1997)..

Sisi etimologis
Idul Fitri terdiri dari dua kata. Pertama, kata ‘id yang dalam bahasa Arab bermakna `kembali’, dari asal kata ‘ada. Ini menunjukkan bahwa Hari Raya Idul Fitri ini selalu berulang dan kembali datang setiap tahun. Ada juga yang mengatakan diambil dari kata ‘adah yang berarti kebiasaan, yang bermakna bahwa umat Islam sudah biasa pada tanggal 1 Syawal selalu merayakannya (Ibnu Mandlur, Lisaanul Arab).

Dalam Alquran diceritakan, ketika para pengikut Nabi Isa tersesat, mereka pernah berniat mengadakan ‘id (hari raya atau pesta) dan meminta kepada Nabi Isa agar Allah SWT menurunkan hidangan mewah dari langit (lihat QS Al Maidah 112-114). Mungkin sejak masa itulah budaya hari raya sangat identik dengan makan-makan dan minum-minum yang serba mewah. Dan ternyata Allah SWT pun mengkabulkan permintaan mereka lalu menurunkan makanan.(QS Al-Maidah: 115).

Jadi, tidak salah dalam pesta Hari Raya Idul Fitri masa sekarang juga dirayakan dengan menghidangkan makanan dan minuman mewah yang lain dari hari-hari biasa. Dalam hari raya tak ada larangan menyediakan makanan, minuman, dan pakaian baru selama tidak berlebihan dan tidak melanggar larangan. Apalagi bila disediakan untuk yang membutuhkan.

Abdur Rahman Al Midani dalam bukunya Ash-Shiyam Wa Ramadhân Fil Kitab Was Sunnah (Damaskus), menjelaskan beberapa etika merayakan Idul Fitri. Di antaranya di situ tertulis bahwa untuk merayakan Idul Fitri umat Islam perlu makan secukupnya sebelum berangkat ke tempat shalat Id, memakai pakaian yang paling bagus, saling mengucapkan selamat dan doa semoga Allah SWT menerima puasanya, dan memperbanyak bacaan takbir. Kata yang kedua adalah Fitri. Fitri atau fitrah dalam bahasa Arab berasal dari kata fathara yang berarti membedah atau membelah, bila dihubungkan dengan puasa maka ia mengandung makna `berbuka puasa’ (ifthaar). Kembali kepada fitrah ada kalanya ditafsirkan kembali kepada keadaan normal, kehidupan manusia yang memenuhi kehidupan jasmani dan ruhaninya secara seimbang. Sementara kata fithrah sendiri bermakna `yang mula-mula diciptakan Allah SWT` (Dawam Raharjo, Ensiklopedi Alquran: hlm 40, 2002). Berkaitan dengan fitrah manusia, Allah SWT berfirman dalam Alquran: “Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): Bukankah Aku ini Tuhanmu?.

Mereka menjawab:”Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. (QS. Al A`râf: 172).” Ayat ini menjelaskan bahwa seluruh manusia pada firtahnya mempunya ikatan primordial yang berupa pengakuan terhadap ketuhanan Allah SWT. Dalam hadis, Rasulallah SAW juga mempertegas dengan sabdanya: “Setiap anak Adam dilahirkan dalam keadaan fitrah: kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani dan Majusi (HR. Bukhari).” Hadits ini memperjelas kesaksian atau pengakuan seluruh manusia yang disebutkan Alquran di atas.

Sisi terminologi
Kendati dalam literatur-literatur Islam klasik, Idul Fitri disebut sebagai Idul Ashgar (hari raya yang kecil) sementara Idul Adhha adalah Idul Akbar (hari raya yang besar), umat Islam di Tanah Air selalu terlihat lebih semarak merayakan Idul Fitri dibandingkan hari-hari besar lainnya, bahkan hari raya Idul Adha sekalipun. Momen Idul Fitri dirayakan dengan aneka ragam acara, dimulai dengan shalat Id berjamaah di lapangan terbuka hingga halal bi halal antar keluarga yang kadang memanjang hingga akhir bulan Syawal.

Dalam terminologi Islam, Idul Fitri secara sederhana adalah hari raya yang datang berulang kali setiap tanggal 1 Syawal yang menandai puasa telah selesai dan kembali diperbolehkan makan minum di siang hari. Artinya, kata fitri disitu diartikan `berbuka atau berhenti puasa` yang identik dengan makan-makan dan minum-minum. Maka tidak salah apabila Idul Fitri pun disambut dengan pesta makan-makan dan minum-minum mewah yang tak jarang terkesan diada-adakan oleh sebagian keluarga.

Terminologi Idul Fitri seperti ini harus dijauhi dan dibenahi, sebab selain kurang mengekspresikan makna Idul Fitri sendiri, juga terdapat makna yang lebih mendalam lagi. Pada hakekatnya Idul Fitri merupakan penutup dari rangkaian ibadah siyam selama sebulan penuh. Teristimewa lagi di 10 hari terkhir bulan Ramadhan. Dimana Allah "jor-joran" mengobral pahala, bahkan dengan iming-iming yang sangat menggiurkan, yakni Malam Qadr yang nilainya jauh lebih baik dari 100 bulan. Saat ini, sebagian besar umat Islam sudah tidak tertarik lagi dengan titah dan sunah rasul untul menghidupkan malam di 10 hari terakhir, berburu malam qadr dan melakukan i'tikaf. Kita sudah teramat lelah dan letih mengejar kesempurnaan duniawi di siang hari, sehingga tidak ada waktu lagi untuk mengais bekal untuk keperluan mudik kita ke alam kekal.

Kesibukan luar biasa kita menjelang idul fitri yang justru mengorbankan esensi dari ibadah siyam kita, sungguh sangat diisayangkan dan sangat memprihatinkan. Padahal di saat yang sama kita berharap dengan itqun minannaar (terbebasnya dari belenggu neraka). Boleh jadi kita bersedih, karena Ramadhan segera berakhir. Bulan training singkat untuk mendapatkan sertifikasi Taqwa lengkap dengan fasilitas dan bonusnya. Boleh jadi kita bergembira menyambut Idul Fitri karena selama ramadhan kita sudah merupaya maksimal menyempurnakan ibadah siyam kita, lengkap dengan segala amalannya.

Semoga ramadahan yang masih tersisa beberapa menit ini benar-benar dapat menyelamatkan kehidupan akhirat kita. Apa artinya itikaf 10 hari dibanding dengan penantian hisab kita kelak. (pernahkah kita membayangkan antri BLT untuk orang se kecamatan? atau orang se negara? atau sedunia?)

Selamat Idul Fitri 1429 H.

Taqabbalallahu minna wa minkum

27 September 2008

Selamat Idul Fitri

Bismillahirrahmaanirrahiim

Saya, Moh. Sigid Hariadi beserta keluarga menyampaikan

Selamat Idul Fitri 1429 H

Ja'alanallahu wa iyyakum minnal 'aidin wal faizin
Taqabbalallahu minna wa minkum

22 September 2008

Revitalisasi dan Instalasi Schoolnet 2008 Tahap I Jawa Tengah

Bismillahirrahmaanirrahiim

Menindaklanjuti Inpres No. 5 tahun Tahun 2008 dan Permendiknas Nomor 38 Tahun 2008 tentang pengelolaan TIK di lingkungan Depdiknas, berikut kami sampaikan Surat Edaran Pustekkom kepada Kepala Dinas Pendidikan Propinsi dan Kepala Kanwil Depag Propinsi di Indonesia beserta lampirannya tentang sekolah yang mendapat bantuan Program jardiknas Zona Sekolah (schoolnet) 2008
Surat Edaran Ka. Pustekkom dan lampirannya

lampiran-1-2-se-schoolnet-tahap-i-1609082

lampiran-3-se-schoolnet-tahap-i-1609081

18 September 2008

Bukan Alternatif !! (Terapi Bekam)

Bismillahirrahmaanirrahiim

Dewasa ini kita banyak disodori bermacam-macam model terapi penyakit. Pengobatan Kedokteran modern memang belum bisa memberikan solusi yang menyeluruh terhadap berbagai macam penyakit yang ada di tengah-tengah masyarakat. Banyak jenis penyakit yang memaksa para dokter angkat bahu dan hanya bisa memvonis sisa umur yang masih dapat dinikmati sang pasien.
Akibat dari hal ini adalah banyaknya pasien yang mulai menaruh ketidakpercayaan terhadap terapi kedokteran modern barat. Dan ini memang sudah sewajarnya terjadi. Yang tidak wajar adalah banyaknya orang yang akhirnya ikut-ikutan mendiagnosa penyakitnya sendiri bahkan juga penyakit orang lain, lantas bagaikan seorang dokter spesialis mereka memberikan solusi terapinya. Seakan-akan diagnosanya pasti benar sehingga dengan yakinnya merekomendasikan obat alternatif bagi si sakit.
Beberapa macam obat alternatif banyak beredar dan dikenal dengan baik oleh masyarakat. Meskipun demikian yang sering terjadi di masyarakat adalah kesalahpahaman terhadap obat-obatan alternatif tersebut. Kebanyakan hanya latah ikut-ikutan tanpa memahami khasiat yang sesungguhnya. Namanya juga ikut-ikutan.
Contohnya adalah, pada saat diperkenalkan daun Mahkota Dewa sebagai alternatif pengobatan, semua orang menoleh ke obat tersebut. Apalagi diisukan obat ini bisa memberantas segala macam penyakit. Lalu muncullah buah Mengkudu. Disusul dengan Buah Merah. Sebentar lagi mungkin akan muncul buah yang lain, dengan khasiat yang berbeda pula. Namanya juga jualan…..


Bekam, Pilihan Pertama..!!
Rasulullah saw bersabda : “Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata,’Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR. Ibnu Majah dan At Tirmidzi)
Sabda beliau yang lain : “Kalau lah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalah berbekam.” (Shahih Sunan Abu Dawud)
“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam.” (Shahih menurut syarat Asy Syaikhainy)
Dari hadits-hadits di atas, nyatalah bagi kita bahwa berbekam itu merupakan pengobatan pilihan pertama, bukan alternatif kedua.

Definisi
Hijamah atau berbekam menurut bahasa adalah ungkapan tentang menghisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang lantas ditampung di dalam gelas bekam, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana. Lalu dilakukan penyayatan permukaan kulit dengan pisau bedah, untuk mengeluarkan darah.

Khasiat Berbekam (Hijamah)
Sebagian kecil yang bisa disebutkan disini adalah :
1. Sakit kepala secara umum.
2. Pusing-pusing yang bersifat sementara.
3. Migraine.
4. Hemiplegia (lumpuh separo).
5. Perdarahan otak.
6. Bermacam sakit di wajah, seperti sakit gigi, telinga, mata, dan hidung
7. Varises.
8. Rheumatik.
9. Low Back Pain.
10. Gout (encok)
11. Hemorhoid (wasir)
12. Haid tidak teratur.
13. Elephantiasis (kaki gajah)
14. Sesak nafas.
15. Mata bengkak (exophtalmus, proptosis)
16. Liver maupun limpa.
17. Enuresis (ngompol)
18. Konstipasi/sembelit.
19. Furunkel/bisul.
Dan masih banyak penyakit-penyakit lain yang tidak diketahui kecuali oleh Allah semata, dan Dia lah yang Maha Penyembuh.

Larangan Berbekam.
Orang tua renta yang sakit tanpa daya dan upaya. Penderita tekanan darah sangat rendah (dianjurkan minum habbatussauda). Penderita sakit kudis. Penderita diabetes mellitus . Perut wanita yang sedang hamil. Wanita yang sedang haid. Orang yang sedang minum obat pengencer darah. Penderita leukemia, thrombosit, alergi kulit serius. Orang yang sangat letih / kelaparan / kenyang / kehausan / gugup. :.
Anggota bagian tubuh yang tidak boleh di-bekam : Mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Area tubuh yang banyak simpul limpa. Area tubuh yang dekat pembuluh besar. Bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka .
Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya.

Waktu Bekam.
Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa : "Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu." (Diriwayatkan oleh Ahmad). . :.
Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan. Hal ini berdasarkan ucapan Rasulullah SAW : "Jangan sampai mengalami ketidakstabilan darah, karena itu bisa mematikan." .. .
Ibnul Qayyim berkata :, “Pengarang Al Qanun berkata, Diperintahkan penggunaan bekam bukan pada awal bulan (Qamariyah), karena cairan-cairan dalam tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal. Bukan pula akhir bulan, karena cairan-cairan itu berkurang. Yang baik ialah pada pertengahan bulan, ketika cairan-cairan di dalam tubuh bergolak dan mencapai puncak penambahannya, karena bertambahnya cahaya dari rembulan.’

Anjuran
Janganlah kita gampang termakan bujukan rayuan terapi alternatif yang belum kita ketahui ilmunya, hanya sekedar mengikuti trend yang berlaku.
Terapi bekam ini sudah mendapat lisensi dari tabib nomor wahid yakni Rasulullah saw. Bahkan para malaikat pun turut serta menganjurkannya. Kurang apa? Kenapa kita malah lebih yakin terhadap promosi para ‘bakul jamu’ yang memang diakui kepandaiannya di dalam menggaet konsumennya? Padahal ketika anda memasukkan segala macem obat tadi ke dalam tubuh, saat itu juga anda mempertaruhkan keselamatan jasmani anda.
Terapi Bekam bukanlah terapi alternatif, akan tetapi terapi pilihan utama. Selain kesembuhan bisa didapat, kita juga mendapat fadhilah ittiba’ Nabi saw.
Kepada siapa anda lebih percaya? Kepada sabda Nabi saw ataukah kepada tetangga anda yang sering menganjurkan terapi ini dan itu, tetapi di saat anda mendapat kerugian dari terapinya, tetangga anda tidak mau bertanggung jawab atas anjurannya.
Jasmani anda terlalu mahal untuk dipertaruhkan demi mengikuti anjuran tetangga yang buta sama sekali terhadap penyakit anda.
Bagi anda yang masih suka menyarankan terapi bagi sahabat dan karib kerabatnya, pilihlah terapi bekam sebagai pilihan utama. Bukan Alternatif kedua.

17 September 2008

Kurma Ber-parafin?

Bismillahirrahmaanirrahiim

Ada pengalaman sedikit tentang kurma.
Waktu saya beli kurma penjualnya "jujur" mengatakan: pak kalau mau dimakan kurmanya dicuci dengan air panas dulu. Dalam hati bertanya-2 ada apa dengan cinta eh dengan kurma ini. Mungkinkah kurma ini sudah disemprot atau dilapis dengan parafin seperti buah2an import?. Saya lakukan percobaan saja sbb:
Saya godog air sampai mendidih,lalu saya masukkan kurma,biarkan 5 menit, terjadi busa putih. Saat busa saya ambil dan dinginkan terasa ditangan seperti Vet putih. Wah benar juga kelihatannya kurma import sudah disemprot parafin agar awet. Untuk tes parafin atau bukan, dekatkan pada api, kalau langsung hilang (menguap) mungkin benar parafin.
Kalau kurma itu langsung dimakan apa kata dunia? eh apa yang terjadi dengan usus kita.
Bagaimana nih badan POM?
Untuk apel import cobalah kulit luar dikerok pisau, akan terdapat kristal2 tipis yang kalau dipanaskan api terbuka langsung menguap.
Salam

16 September 2008

setangkup melati untuk ibu


Ibu...
wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
telah kupandang wajahmu diwaktu tidur
terdapat sinar yang penuh dengan keridhoan
terdapat sinar yang penuh dengan kesabaran
terdapat sinar yang penuh dengan kasih dan sayang
terdapat sinar kelelahan karena aku

Aku yang selalu merepotkanmu
aku yang selalu menyita perhatianmu
aku yang telah menghabiskan air susumu
aku yang selalu menyusahkanmu hingga muncul tangismu

Ibu...
engkau menangis karena aku
engkau sedih karena aku
engkau menderita karena aku
engkau kurus karena aku
engkau korbankan segalanya untuk aku

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Hanya tangisku sebagai saksi
atas rasa cintaku padamu

setiap 16 september..
kukenang kembali putih cintamu
kucium kembali harum kasihmu

ibu..
kini kutahu bagaimana membalas cintamu
kan kurawat cinta, kasih dan sayangku untuk tumbuhkan cucumu
kan kulimpahkan ilmu dan hikmahku untuk lindungi masa depan cucumu
kuhalalkan keringat dan kerja kerasku untuk menafkahi cucumu
dan
kuwaqafkan diriku untuk teruskan perjuanganmu
mengasihi sesama, melindungi semua
sepenuh hati

ibu..
andai engkau tahu
akulah anak perindumu
karena engkau tak terganti..
bahkan oleh nafas dan hidupku

Selamat Ulang Tahun ke-49
Cinta dan sayang kami hanya untukmu ibu....
Ya Allah, ijinkan kami untuk selalu dapat menjaga dan membaktikan diri untuknya
sigid - ning
hendy - widi
bowo
ari




11 September 2008

I'tikaf

Bismillahirrahmaanirrahiim

Hudzaifah.org - Di antara sunnah Rasulullah saw yang selalu dilakukan pada paruh terakhir bulan Ramadhan adalah I’tikaf. Secara harfiyah, i’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah swt.

Penggunaan kata I’tikaf dalam Al Qur’an terdapat pada firman Allah SWT, “Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka jangan kamu mendekatinya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa.” (QS. 2: 187).


Hukum I’tikaf

Para ulama telah berijma’ bahwa i’tikaf khususnya 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan dan disunnahkan. Rasulullah SAW sendiri senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Aisyah, Ibnu Umar dan Anas ra. Meriwayatkan, “Rasulullah SAW selalu beri’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hal ini dilakukan oelh beliau hingga wafat. Bahkan pada tahun wafatnya beliau beri’tikaf selama 20 hari. Demikian pula halnya dengan para sahabat dan istri Rasulullah SAW senantiasa melaksanakan ibadah yang amat agung ini. Imam Ahmad berkata : “Sepengetahuan saya tidak ada seorangpun dari ulama yang mengatakan bahwa i’tikaf itu bukan sunnah.”


Keutamaan dan dan Tujuan I’tikaf

Abu Daud pernah bertanya kepada Imam Ahmad, “Tahukah anda hadits yang menunjukkan keutamaan I’tikaf?” Ahmad menjawab, “Tidak, kecuali hadits yang lemah.”

Namun demikian tidaklah mengurngi nilai abadah i’tikaf itu sendiri sebagai taqorrub kepada Allah SWT. Dan cukuplah keutamaannya bahwa Rasulullah SAW, para sahabat dan istri Rasulullah SAW dan para ulama salafusholeh senantiasa melakukan ibadah ini.

I’tikaf disyariatkan dalam rangka mensucikan hati dengan berkonsentrasi semaksimal mungkin dalam beribadah dan bertaqorrub kepada Allah pada waktu yang terbatas tetapi termat tinggi nilainya. Auh dari rutinitas kehidupan dunia, dengan berserah diri sepenuhnya kepada Sang Kholiq (Pencipta).
Bermunajat sambil berdoa dan beristighfar kepada-Nya sehingga saat kembali lagi dalam aktivitas kesehrian dapat dijalani secara lebih berkualitas dan berarti.

Ibnu Qoyyim berkata : “I’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati beri’tikaf dan bersimpuh di hadapan Allah, berkhalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah.


Macam-Macam I’tikaf

I’tikaf yang disyariatkan ada dua macam :
1. I’tikaf sunnah yaitu i’tikaf yang dilakukan secara sukarela. Semata-mata untuk bertaqorrub kepada Allah, seperti I’tikaf 10 hari terakhir pada Bulan Ramadhan.
2. I’tikaf wajib yaitu yang didahului dengan nadzar atau janji. Seperi ucapan seseorang, “Kalau Allah ta’ala menyembuhkan penyakitku ini, maka aku akan beri’tikaf di masjid selama tiga hari,”maka i’tikaf tiga hari itu menjadi waib hukumnya.


Waktu I’tikaf

Untuk i’tikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yan dinadzarkan, sedangkan i’tikaf sunnah tidak ada batasan waktu tertentu. Kapan saja, pada malam atau siang hari, waktunya bisa lama dan juga bisa singkat.

Minimal dalam madzhab Hanafi, “Sekejap tanpa batas waktu tertentu, sekedar berdiam diri dengan niat.” Atau dalam Madzhab Syafi’i, “Sesaat atau sejenak (yang penting bisa dikatakan berdiam diri),” dan dalam madzhab Hambali, “Satu jam saja”.

Terlepas dari perbedaan pendapat ualma tadi, waktu i’tikaf yang paling afdhal pada bulan Ramadhan ialah sebagaimana dipraktekkan langsung oleh Rasulullah SAW yaitu 10 hari terakhir bulan Ramadhan.


Tempat I’tikaf

Ahli fiqh berbeda pendapat tentang tempat yang boleh dijadikan untuk i’tikaf. Abu Hanifah dan Ahmad berpendapat bahwa I’tikaf harus dilakukan di masjid yang selalu dugunakan untuk shalat berjamaah sdangkan Malik dan Syafiii berpendapat bahwa I’tikaf boleh dilakukan di masjid manapun baik yang digunakan untuk shalat berjamaah ataupun tidak.

Pengikut syafi’iyah bependapat bahwa sebaiknya I’tikaf itu dilakukan di masjid jami’ yang biasa digunakan untuk shalat jum’at. Lebih afdhol lagi bila i’tikaf dilaksankan di salah satu dari tiga masjid; Masjid al haram, Masjid Nabawi atau Masjid Aqsha (lihat: Al Mughni 4/462, Fiqh Sunnah 1/402).


Syarat dan Rukun I’tikaf

Orang yang I’tikaf harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Muslim
2. Berakal
3. Suci dari janabah (junub), haidh dan nifas

Oleh karena itu I’tikaf tidak sah dilakukan oleh orang kafgir, anak yang mumaiyiz (mampu membedakan), orang junub, wanita haidh dan nifas.


Rukun I’tikaf

1. Niat yang ikhlas, hal ini karena semua amal sangat tergantung pada niatnya.
2. Berdiam di masjid (QS. 2 : 187).


Awal dan Akhir I’tikaf

Bagi yang mengikuti sunnah Rasulullah SAW dengan beri’tikaf selama 10 haru terakhir bulan Ramadhan, maka waktnya dimulai sebelum terbenam matahari malam ke-21. Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang ingin I’tikaf dengan aku, hendaklah I’tikaf pada 10 hari terakhir.”

Adapun waktu keluarnya atau berakhirnya, yaitu setelah terbenam matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan. Akan tetapi beberapa kalangan ulama mengatak yang lebih mustahab (disenangi) adalah menunggu sampai dilaksanakannya shalat Ied.


Hal-Hal Saat I’tikaf

Disunnahkan bagi orang yang beri’tikaf untuk memperbanyak ibadah dan taqorrub kepada Allah SWT. Seperti shalat sunnah, membaca AL Qur’an, tasbuh, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat kepada Nabi SAW, doa dan sebagainya.

Namun demikian yang menjadi prioritas ulama adalah ibadah-ibadah mahdhah. Bahkan sebagian ulama seperti Imam Malik, meninggalkan segala aktivitas ilmiah lainnya dan berkonsentrasi penuh pada ibadah-ibadah mahdhah.

Dalam upaya memperkokoh keislaman dan ketaqwaan, diperlukan bimbingan dari orang-orang yang ahli, karenanya dalam memanfaatkan momentum i’tikaf bisa dibenarkan melakukan berbagai kajian keislaman yang mengarahkan peserta i’tikaf untuk membersihkan diri dari segala dosa dan sifat tercela serta menjalani kehidupan sesudah i’tikaf secara lebih baik sebagaimana yang ditentukan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Orang yang beri’tikaf bukan berarti hanya berdiam diri di masjid untuk menjalankan peribadatan secara khusus. Ada beberapa hal yang diperbolehkan :

1. Keluar dari tempat i’tikaf untuk mengantar istri, sebgaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terhadap istrinya Shofiyah r.a (HR. Bukhari-Muslim).
2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.
3. Keluar ke tempat yang memang amat diperlukan seperti untuk buang air besar dan kecil, makan, minum (Jika tidak ada yang mengantarkan), dan sesagala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid. Tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya.
4. Makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.


Hal-Hal yang Membatalkan i’tikaf

1. Meninggalkan masjid dengan sengaja tanpa keperluan, meski sebentar. Karena meninggalkan masjid berarti mengabaikan salah satu rukun i’tikaf yaitu berdiam di masjid.
2. Murtad (keluar dari Islam).
3. Hilang akal karena gila atau mabuk.
4. Haidh
5. Nifas
6. Berjima’ (bersetubuh dengan istri), tetapi memegang tanpa nafsu (syahwat), tidak apa-apa sebagaimana yang dilakukan nabi dengan istri-istrinya.
7. Pergi shalat Jum’at (bagi mereka yang memperbolehkan i’tikaf di mushola yang tidak dipakai shalat Jum’at).

Demikian ketentuan tentang i’tikaf yang menjadi panduan praktis, semoga Ramadhan tahun ini, kita dapat menghidupkan kembali sunnah i’tikaf sebagai bekal kita meraih nilai taqwa yang maksimal. []

Keutamaan Itikaf Di Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmaanirrahiim

SAUDARAKU yang baik, i'tikaf pada intinya adalah berdiam diri di masjid, berkhalwat (mengasingkan diri), dengan niat dan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam pengertian yang lain i'tikaf ialah memutuskan hubungan dengan makhluk, untuk menghubungkan diri dengan Khalik-Nya, melalui jalan pengkhidmatan dan berdiam secara khusuk melaksanakan ibadah.
Alangkah baiknya pekerjaan sunah ini untuk melakukannya, karena sesuatu ibadah yang wajib apabila tidak didukung dengan ibadah yang sunah dianggap kurang sempurna. Kalau kita lihat akan i'tikaf adalah bagian dari pekerjaan yang disunnahkan, maka pahalanya bernilai tinggi. Apalagi Rasulullah SAW selalu beri'tikaf setiap bulan Ramadhan, selam 10 hari terakhir. Pada tahun Beliau wafat, bahkan beri'tikaf selama 20 hari. Selanjutnya jejak Rasulullah SAW beri'tikaf di bulan Ramadhan, diikuti oleh isteri dan para sahabatnya, baik ketika Nabi masih hidup, maupun setelah wafat.
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menandaskan, "Bahwa Rasulullah beri'tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan hingga beliau wafat". Kegiatan i'tikaf ini dihubungkan dengan kedatangan Lailatul Qadar yang sebagian besar pendapat menyatakan jatuh pada malam ganjil 10 hari terakhir bulan Ramadhan.
Imam Bukhari meriwayatkan dari Siti Aisyah: "Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh hari terakhir (Ramadhan), Beliau mengikatkan kainnya dan menghidupkan malamnya, serta membangunkan keluarganya" . Aisyah juga berkata, "Rasulullah SAW beri'tikaf pada 10 hari terakhir dari Ramadhan hingga Beliau meninggal dunia. Kemudian isteri-isteri Beliau juga beri'tikaf setelah wafatnya" (HR Bukhari dan Muslim).
Begitu pentingnya ibadat i'tikaf dalam pandangan Rasulullah SAW sehingga tak pernah meninggalkannya. Akan tetapi sudah banyak orang yang melupakannya. Apalagi kesibukan urusan duniawi semakin hari semakin erat mengikat. Maka i'tikaf mungkin hanya tinggal kenangan. Sesuatu ibadah sunah yang sangat dianjurkan tapi justru semakin dilupakan.
I'tikaf merupakan sarana meningkatkan kualitas ketaqwaan yang sangat efektif bagi seorang muslim dalam memlihara keislamannya. Pengembangan rohaniyah akan lebih sempurna apabila telah kita lengkapi dengan beri'tikaf di masjid. Dengan i'tikaf sejenak kita tinggalkan urusan dunia dan mengisi rohani dengan berbagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Orang yang beri'tikaf memperbanyak membaca Al-Qur'an, ibadat-ibadat sunat, tasbih, takbir, tahmid, istighfar, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW dan amalan-amalan lain yang dibolehkan oleh syara.
Walaupun i'tikaf berarti mengasingkan diri, namun orang yang beri'tikaf dimakruhkan menahan diri berbicara kepada orang lain yang ditemui di dalam masjid selama beri'tikaf. Diam di dalam masjid, bukan berarti orang yang beri'tikaf tidak boleh ke luar masjid. Untuk buang air, mengantar keluarga, mandi, diperbolehkan, karena tidak membatalkan i'tikaf. Yang dilarang adalah melakukan kewajiban suami isteri. Larangan ini langsung dari Allah SWT, S. Al-Baqarah 187, "Dan janganlah kamu menyetubuhi isterimu, selagi kamu sedang beri'tikaf di dalam masjid".
Saudaraku, memang i'tikaf terasa berat untuk kita lakukan. Harus diam di mesjid, bershalawat, menjaga larangan-larangan yang dapat membatalkan i'tikaf. Di bulan Ramadhan sekarang ini mari kita coba memulai i'tikaf meski memiliki waktu sempit akibat himpitan dan tuntutan pekerjaan. Kalau tidak sekarang lantas kapan lagi? Wallahu a'lam

10 September 2008

Bangkrut versi Islam

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tahukah kalian siapa sebenarnya orang yang bangkrut?" Para sahabat menjawab, "Orang yang bangkrut menurut pandangan kami adalah seorang yang tidak memiliki dirham (uang) dan tidak mermliki harta benda". Kemudlan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, "Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari Kiamat membawa pahala shalat, pahala puasa dan zakatnya, (tapi ketika hidup di dunia) dia mencaci orang lain, menuduh orang lain, memakan harta orang lain (secara bathil), menumpahkan darah orang lain (secara bathil) dan dia memukul orang lain, lalu dia diadili dengan cara kebaikannya dibagi-bagikan kepada orang ini dan kepada orang itu (yang pernah dia zhalimi). Sehingga apabila seluruh pahala amal kebaikannya telah habis, tapi masih ada orang yang menuntut kepadanya, maka dosa-dosa mereka (yang pernah dia zhalimi) ditimpakan kepadanya dan (pada akhirnya) dia dilemparkan ke dalam neraka." (Riwayat Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan lainnya)

PELAJARAN BERHARGA
Hadits ini memberikan banyak sekali pelajaran berharga bagi kita, di antaranya:

1. Bertanya jawab merupakan cara efektif dalam memperoleh ilmu, karena ilmu yang dijelaskan oleh seorang guru/pengajar dengan cara ini akan mudah diingat dan diserap oleh murid.

2. Hendaklah kita berhati-hati terhadap peringatan dan larangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena setiap larangan dan peringatannya berdampak sangat berat, Allah berfirman, "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih," (An-Nur:63).

Maka bersegeralah memenuhl panggilan dan seruan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, karena umat yang tanggap terhadap perintah dan seruannya dijamin masuk surga. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Setiap ummatku dijamin masuk surga kecuali orang yang enggan". Para shahabat bertanya, "Siapa yang enggan masuk surga ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Siapa yang mena'atiku pasti masuk surga dan siapa yang durhaka kepadaku itulah orang yang enggan masuk surga." (Riwayat Al-Bukhari dan lainnya).

3. Seorang hamba yang membawa pahala shalat, zakat, puasa dan ibadah lainnya belum tentu bisa menikmati pahala-pahalanya tersebut di akhirat kelak kalau dia suka menzhalimi orang lain ketika hidup di dunia. Sebab orang-orang yang terzhalimi akan datang ke hadapan Allah untuk menuntut orang yang menzaliminya, lalu pahala-pahala orang yang berbuat zhalim itu dilimpahkan kepada orang-orang yang pernah dia zalimi, sehingga seluruh pahalanya habis dan tiada satu pun yang tersisa untuknya. Namun masih ada orang yang datang kepadanya untuk menuntut, sehingga Allah pun melimpahkan dosa-dosa orang tersebut untuk dipikulnya. Maka akhirnya dia memikul dosa-dosa orang lain lalu dia dilemparkan ke dalam neraka.

4. Orang bangkrut yang sebenar nya bukanlah orang yang bangkrut ketika hidup di dunia ini, tapi bangkrut pada hari Kiamat kelak, sebab kebangkrutan di dunia ini masih bisa diatasi dan pasti ada jalan keluarnya kalau dia menghadapinya dengan ketaqwaan.

Allah berfirman, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke lua." (Ath Thalaq:2). Kemudian Allah melanjutkan dalam ayat, "Dan barangslapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (Ath Thalaq: 4).

Adapun kebangkrutan pada hari Kiamat kelak tiada solusi yang bisa dijalani selain dilempar dan dibenamkan ke dalam neraka.

5. Jangan menyia-nyiakan pahala amal ibadah dengan melakukan tindakan zhalim pada orang lain yang akan menyebabkan kebangkrutan di hari Kiamat kelak. Karena pada intinya tidak ada hutang yang gratis, orang yang berhutang pasti membayar hutangnya, baik secara tunai di dunia atau dibayar nanti di akhirat kelak dengan pahala.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa melakukan kezhaliman pada saudaranya atas kehormatannya atau apa pun bentuknya, maka hendaklah dia minta kehalalan atas tindakan zhalimnya itu selagi hidup pada hari ini (di dunia ini) sebelum dinar dan dirham (harta kekayaan) tidak bermanfaat lagi, (jika tidak) maka (di akhirat kelak) amal shalihnya diambil sesuai kadar kezhaliman (untuk tebusannya), dan jika dia tidak memiliki amal shalih, maka diambil sebagian dosa-dosa saudaranya lain dibebankan padanya" (Riwayat Al-Bukhari)

RUPA-RUPA KEDZALIMAN

Bentuk tindakan zhalim yang mejadi sebab kebangkrutan pada hari Kiamat banyak sekali, di antaranya;

• Tidak menjaga lisannya dan mencela, menghina, mencerca, mencaci maki, menggunjing, mengadu domba, memfitnah, menuduh, mencari-cari kesalahan orang lain dan lain-lainnya.

Dalam sebuah riwayat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Bukanlah akhlaq seorang mukmin melakukan tha'an, melaknat, dan mengucapkan perkataan yang keji lagi kotor." (Riwayat Al-Bukhari).

Tha'an adalah tindakan zalim dari seorang yang suka merendahkan kehormatan orang lain, suka mencela, mencaci, menghina, menggunjing, mengadu domba, memfitnah dan lain sebagainya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Mencaci maki seorang muslim adalah tindakan fasik dan memeranginya adalah kekufuran." (Riwayat Muslim)

Dosa menggunjing (menyebut kejelekan orang lain) digambarkan oleh Al-Qur' an seperti seorang yang memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Mestinya kita berlindung dari menciderai kehormatan saudara kita?!

• Mengambil hak saudaranya dengan cara yang batil dan sewenang-wenang; seperti memakan harta saudaranya, tidak membayar hutang kepada saudaranya, menyerobot tanah saudaranya, menipu dalam jual beli, tidak amanah dalam tugas dan pekerjaan, menipu dan bersumpah palsu untuk mendapatkan sesuatu dan sebagainya.

• Menumpahkan darah saudara nya tanpa alasan yang haq, karena kehancuran dunia dan seisinya jauh lebih ringan daripada tertumpahnya darah seorang muslim (dengan cara yang bathil).

• Menyakiti orang lain baik dengan cara memukul, melukai fisik, perasaan dan hatinya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Seorang muslim yang baik adalah yang menjaga tangan dan lisannya sehingga tidak menyakiti saudara muslimnya yang lain" (Riwayat Al-Bukhari, Muslim dan lainnya)

• Dan masih banyak lagi bentuk kezhaliman yang bisa menyebabkan seseorang bangkrut di hari Kiamat kelak.

Selagi nyawa masih di kandung badan, selama nafas terhirup segar, dan selagi matahari masih terbit di ufuk timur, mari kita berenung akan segala kedzaliman yang pernah kita kerjakan! Alangkah bijaknya apabila kita sesegera mungkin menyelesaikannya sebelum peradilan akherat benar-benar ditegakkan! Allahul Musta'an

Pete

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Barangkali ada yg mo bikin kripik, manisan, asinan
pete mumpung blum ada saingan.... Ayo sebelum diklaim
(lg) oleh Amerika

Riset: Makan Petai Kurangi Resiko Stroke Sampai 40 %
Hasil riset yang ditulis di “The New England Journal
of Medicine,” makan petai akan menurunkan resiko
kematian karena stroke sampai 40%. Padahal, ia sering
diejek karena bau nya

Hidayatullah. com--Menyebut namanya saja bagi
kebanyakan orang pasti akan bilang gengsi atau tidak
suka dengan buah yang satu ini karena aroma dan efek
setelah mengkonsumsinya saat ke kamar kecil.

Pete atau Petai di masyarakat kita sudah sangat
terkenal, khususnya masyrakat kalangan menengah ke
bawah, buah petai memang seringkali menjadi menu
makanan sehari-hari.

Banyak diantara kita pastinya belum mengetahui
kandungan yang terdapat pada petai. Di dalam petai
ternyata memiliki kandungan gula alami yaitu Sukrosa,
Glukosa dan Fruktosa dengan kombinasi serat. Kombinasi
dari zat tersebut ternyata dapat menghasilkan stamina
tenaga yang cepat. Menurut penelitian para ahli,
mengkonsumsi dua porsi petai dapat menghasilkan tenaga
yang cukup besar selama 90 menit, maka tidak heran
apabila banyak atlet olahraga dan pekerja keras
menjadikan petai menu favorit mereka.

Ternyata buah petai yang selama ini kerap kali dihina
karena aromanya memiliki khasiat penting dalam
membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti
menghilangkan depresi, PMS (premenstrual syndrome),
menyembuhkan anemia, tekanan darah tinggi, luka
lambung, kegemukan, sembelit, stroke dan lainnya.

Begitu tingginya zat yang terdapat di dalam petai,
sehingga FDA Amerika mengizinkan perkebunan petai
untuk melakukan klaim resmi mengenai kemampuan buah
ini untuk menurunkan resiko tekanan darah dan stroke.

Kegemukan

Berdasarkan penelitian dari Institute of Psychology
Austria yang menyatakan bahwa tekanan pada saat kerja
menyebabkan orang sering meraih makanan yang
menenangkan seperti coklat dan keripik. Dengan melihat
kepada 5.000 pasien di rumah sakit, peneliti menemukan
bahwa kebanyakan orang menjadi gemuk karena tekanan
kerja yang tinggi.

Laporan menyimpulkan bahwa, untuk menghindari nafsu
memakan makanan karena panik, kita butuh mengendalikan
kadar gula dalam darah dengan ngemil makanan tinggi
karbohidrat setiap dua jam untuk mempertahankan
kadarnya tetap. Maka mengkonsumsi petai adalah solusi
yang terbaik.

Selain itu, kalium dalam petai adalah mineral penting
yang membantu untuk menormalkan detak jantung,
mengirim oksigen ke otak dan mengatur keseimbangan
cairan tubuh. Jadi pada saat seseorang mengalami
stress kecepatan metabolisme kita akan meningkat,
sehingga akan mengurangi kadar kalium dalam tubuh.
Hal ini bisa diatasi dengan cara makan petai yang
tinggi kalium.

Berdasarkan hasil riset yang ditulis di “The New
England Journal of Medicine,” makan Petai sebagai
bagian dari makanan sehari-hari akan menurunkan resiko
kematian karena stroke sampai 40%.

Nah buah yang sering diejek itu, sekarang diketahui
bagaimana bermanfaatnya. [kbn/www.hidayatull ah.com]

"Tips Cara Mengisi Bensin/Bahan Bakar Kendaraan Anda"

Dari milis

Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin………
tetapi di sini, di Durban, harga bahan bakar juga mahal.
Saya telah bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga
saya bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebih berharga
untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.

Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerja di Durban, dalam waktu 24 jam
kami memompakan/menyalur kan kurang lebih 4 juta liter. Satu hari solar,
hari berikutnya bahan bakar pesawat jet dan bensin, LRP dan Unleaded. Kami
di sini mempunyai tanki penyimpanan sebanyak 34 dengan kapasitas
seluruhnya 16.800.000 liter.

Belilah Bahan Bakar Atau Isilah Mobil Atau Motor Anda Dengan Bahan Bakar
Pada Waktu Hari Masih Pagi Ketika Temperatur Tanah Masih Dingin.

Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah.
Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya.
Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang.
Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang
hari……..sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda
jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli.

Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin,
diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya
peranan penting. Kenaikan 1 derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh
dalam business ini. Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi
karena temperatur.

Salah Satu Yang Paling Penting Adalah Isi Bahan Bakar Saat Tangki Kendaraan
Anda Masih Setengah Penuh.
Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan,
maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang
kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki
penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung
yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga
penguapannya bisa dikurangi..

Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck yang kami muati
ada ganti rugi / kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter
yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.

Yang Perlu Diingat Lagi, Jangan Isi Bensin Jika Ada Truk Bahan Bakar Sedang
Mengisi Tangki Penyimpanan.
Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan bakar dipompakan dari
truck ke tanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar
tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan
anda.

Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang
maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.

Bagikan Tips Ini Kepada Yang Lain!
Mari Kita Saling Berbagi Informasi Untuk Kepentingan Bersama, Untuk Kebaikan
Manusia.

06 September 2008

Hak Suami Isteri

Bismillahirrahmaanirrahiim

Berikut, garis besar hak dan kewajiban suami isteri yang kami nukil dari buku "Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap" karangan H.A. Abdurrahman Ahmad. Hak Bersama Suami Istri - Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21) - Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa': 19 - Al-Hujuraat: 10) - Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa': 19) - Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih) Adab Suami Kepada Istri . - Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24) - Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14) - Hendaknya senantiasa berdo'a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74) -

Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali) -

Jika istri berbuat 'Nusyuz', maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa': 34) ... 'Nusyuz' adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hat ketaatan kepada Allah. - Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi) - Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7) - Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi) - Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri) - Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya'la) - Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa': 19) - Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud). - Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih) - Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali) - Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa': 3) - Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa'i) - Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali) - Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40) Adab Isteri Kepada Suami - Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa': 34) - Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228) - Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa': 39) -

Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah: a. Menyerahkan dirinya, b. Mentaati suami, c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya, d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali) - Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa' i, Muttafaqun Alaih) - Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim) - Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi) - Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi) - Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi saw.: "Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi) - Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani) - Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani) - Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa': 34) -

Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri) - Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih) - Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31) Isteri Sholehah - Apabila' seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban) - Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33) - Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban) - Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan utama dalam Demikian, semoga membantu. Wassalam

04 September 2008

Andrea : Guru Muhammadiyah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Sesungguhnya !

Bismillahirrahmaanirrahiim

Yogyakarta- “ Guru Guru Muhammadiyah adalah Pahlawan Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang Sesungguhnya !” demikian pernyataan Andrea Hirata dalam sambutan setelah bersama Ibu Muslimah menerima Penghargaan Aisyiyah 2007. “Karena guru guru Muhammadiyah adalah manusia manusia paling pemberani di negeri ini !” lanjut penulis Novel Best Seller Nasional Laskar Pelangi.

Dalam acara silaturahim Aisyiyah Ahad (11/11/2007) di Univ. Muhammadiyah Yogyakarta tersebut Andrea mengungkapkan bahwa dia bangga menjadi warga Muhammadiyah. ” Walaupun saya tidak memiliki kartu Muhammadiyah, Muhammadiyah sudah ada dalam hati saya sejak ibu Muslimah mengenalkan saya dengan Integritas” ungkapnya.

Lebih lanjut Alumni Universitas Sorbonne, Perancis tersebut mengungkapkan bahwa Aisyiyah dan Muhammadiyah perlu mendefinisikan kembali kredo pendidikan Muhammadiyah yang didasarkan kepada Integritas . “Seperti yang telah ditanamkan oleh Ibu Muslimah “ tegasnya. Karena menurutnya inilah kekuatan Muhammadiyah. “Dengan 168 Perguruan tinggi, ribuan sekolah SD, SMP dan SMA di seluruh Indonesia saya yakin Muhammadiyah bisa berbuat jauh lebih banyak “. “Bila Ibu Muslimah yg guru Desa dan saya yang anak desa disebut sebut bisa menginspirasi dunia pendidikan, bagaimana dengan pelaku 168 perguruan tinggi tersebut !” tegasnya disambut tepuk tangan seribuan hadirin yang datang.

Ibu Muslimah
Sebelum Andrea mengucapkan sambutannya, Ibu Muslimah berkesempatan berpidato dalam acara tersebut. Ibu guru sederhana tersebut dengan tenang mengucapkan terimakasihnya atas penghargaan yang diterima dan juga tidak lupa menyebut bahwa penghargaan ini juga untuk orang tua Andrea Hirata dan guru guru Andrea Hirata yang lain. “Saya mohon do’a restunya, kami berdua dapat menjaga nama baik kami dan dapat terus meningkatkatm dan berjuang meningkatkan prestasi pendidikan anak anak dalam berjuang membangun berbangsa dan bernegara” ucapnya.

Dalam akhir pidatonya, Ibu Muslimah yang saat itu ke Yogyakarta diantar kakak dan adiknya tak lupa mengucapkan harapan sederhananya dalam aktifitasnya di Aisyiyah Kecamatan Gantung, Belitong. “ Kami juga mohon do’a restu untuk mencari Donatur untuk memperbaiki TK Aisyiyah di Kecamatan gantung “ ungkapnya

01 September 2008

Orang Bangkrut Dalam Islam ....

Bismillahirrahmaanirrahiim

Seorang pedagang jika ia bangkrut maka harus membayar semua hutang-hutangnya dengan menjual aset-asetnya. Jika asetnya tidak mencukupi maka ia harus menjual harta bendanya yang lain berupa rumah, tanah, mobil dan lain-lain. Jika belum cukup juga maka ia minta pengampunan kepada pemiliknya, atau paling jelek ia diadukan ke polisi dan masuk penjara. Di akhirat juga ada orang-orang yang bangkrut, ini lebih berbahaya karena jika ia tidak mampu membayar hutang-hutangnya maka tidak sekedar masuk penjara hukumannya tetapi masuk neraka!

Seseorang bisa bangkrut karena mulut/lisannya, yakni mereka yang sibuk mencari-cari kelemahan orang dan kemudian menceritakannya kembali kepada orang lain. Jika yang diceritakan berita bohong maka termasuk ”Fitnah”, tetapi jika yang disampaikan benar maka termasuk ”Ghibah” (gunjing). Fitnah dan ghibah diharamkan dalam Islam.

Batasan Ghibah adalah menceritakan aib seseorang yang tidak patut diceritakan (Ar-Raghibi), atau orang yang di ghibah benci jika mendengarnya (Al-Ghazali, Imam Nawawi dan Ibnu At-Tin), atau menceritakan kejelekan seseorang ketika ia tidak ada sekalipun yang diceritakan benar adanya (Ibnu Atsir). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Ghibah adalah menceritakan kejelekan (aib) seseorang, jika ia tahu aibnya terungkap membuatnya benci (marah), meskipun aib itu benar adanya. ’Tahukah kamu apakah yang di sebut dengan ghibah?’ Para sahabat menjawab: ’Allah & Rasul-Nya yang lebih tahu’

Beliau bersabda: ’Yaitu kamu menceritakan saudaramu mengenai sesuatu yang ia tidak senang jika hal itu diceritakan’

Rasulullah di tanya: ’Bagaimanakah pendapat Baginda jika aku menceritakan suatu kenyataan yang sebenarnya yang ada pada saudaraku? Beliau menjawab: ’Jika sesuatu yang kamu ceritakan itu sesuai dengan kenyataannya, berarti telah mengghibahnya. Sedangkan jika yang kamu ceritakan itu tidak sesuai dengan kenyataannya, berarti kamu melakukan kebohongan (fitnah) tentangnya’ (HR Muslim).

Mulut salah satu bagian tubuh yang banyak menghasilkan pahala jika digunakan untuk da’wah atau memberikan nasehat kepada orang lain. Tetapi mulut juga bisa menghasilkan banyak dosa jika digunakan untuk ghibah, mencaci maki, berbohong, mengadu domba (namimah), mengumpat dan perkataan buruk lainnya. Ghibah memang nikmat karena memang tabi’at manusia punya rasa ingin tahu yang besar, dia akan selalu mencari tahu rahasia seseorang sehingga wajar saja hampir semua TV menyiarkan acara Infotainment yang menyebarkan berbagai rahasia selebritis. Di akhirat nanti, orang-orang yang telah di ghibah akan menuntut keadilan atasnya, karena pintu maaf telah tertutup maka kebaikannya (pahala) akan di ambil oleh orang yang telah di ghibah, jika kebaikannya (pahala) telah habis maka dosa orang yang telah di ghibah yang akan ditimpakan pada dirinya.

Tahukah engkau siapakah orang-orang bangkrut itu?, mereka adalah umatku yang datang pada hari kiamat dengan shalat, puasa dan zakatnya, tetapi mereka telah mencaci maki, menuduh seseorang tanpa bukti, sehingga semua perbuatannya itu telah menghilangkan perbuatannya. Kemudian ia ditenggelamkan keneraka jahanam (HR Ahmad dan At-Tirmidzi).

Ghibah & fitnah adalah perbuatan dzalim karena telah membuka aib orang lain, pelaku ghibah taubatnya terhalang selama belum minta ma’af kepada orang yang telah dighibahnya. Jika orang tersebut telah meninggal atau sulit ditemui maka sebagian ulama menyatakan dapat di tebus dengan mendo’akan orang yang telah dighibahnya.

Wallahua’lam

Jambore Daerah I Hizbul Wathan

Puji dan syukur hanya milik Allah yang Maha Kuasa dan Maha Menguasai seluruh alam semesta dan seisinya. Hanya atas ijin dan perkenanNYA saya dapat mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Penyelenggara Jambore Daerah I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kabupaten Kendal

Kegiatan ini dapat sukses terselenggara pada Kamis – Ahad, 28 – 31 Agustus 2008 sesaat setelah saya menunaikan kewajiban lain yakni Sekretaris Panitia Pelaksana Pencalonan dan Pemilihan Kepala Desa Gebanganom yang menggelar hajat Pilkades pada kamis, 21 Agustus 2008 yang kemudian dilanjutkan dengan kewajiban sebagai trainer untuk Pelatihan Pemanfaatan TIK di Cilacap, 25 – 27 Agustus 2008. Sungguh Maha Agung Allah yang telah menjadikan semuanya mudah.

Jambore Daerah I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Daerah Kabupaten Kendal Tingkat Pengenal dan Penghela ini merupakan sarana unjuk kekuatan “show a force” bangkitnya kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) di Kabupaten Kendal setelah di”tidurkan” oleh pemerintah melalui Keppres No. 238 Tahun 1961. Alasan sederhana mengapa Muhammadiyah perlu membangkitkan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan ini adalah :

  • 1. Muhammadiyah merasa kekurangan supply kader militant. Hizbul Wathan adalah pencetak kader bangsa yang tangguh, terbukti dengan lahirnya Panglima Besar Jenderal Besar Soedirman yang besar dari didikan Hizbul Wathan.
  • 2. Muhammadiyah merasa perlu memberikan pembinaan dan pendidikan kepanduan khusus kepada kader-kadernya yang berada di bangku sekolah Muhammadiyah. Gerakan Pramuka dianggap oleh Muhammadiyah terlalu besar dan perlu dibantu. Sehingga cukup di sekolah Muhammadiyah para siswa mendapat pendidikan kepanduan melalui Hizbul Wathan. Dan Gerakan Pramuka masih memiliki bidang garap yang sangat luas.

Dalam kapasitas sebagai Ketua Panitia dan Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kabupaten Kendal, saya menganggap kegiatan ini cukup sukses, meskipun di sana sini ada kekurangan yang dapat dibenahi di waktu yang akan dating. Dukungan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah, khususnya Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah sangat diperlukan untuk dapat terus menumbuhkembangkan Gerakan Kepanduan HW ini di semua sekolah Muhammadiyah.

Selanjutnya, secara pribadi saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga kepada jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kendal beserta majelis dan ortomnya, Rumah Sakit Islam Weleri, rekan-rekan Kokam, Komandan Distrik Militer Kendal, Camat Weleri, Kapolsek Weleri, Danramil Weleri, warga masyarakat Desa Penyangkringan, Weleri dan semua pihak yang tak mungkin disebutkan semuanya. Terima kasih, semoga segala kebaikannya mendapat balasan yang lebih baik dari Allah SWT.